Sinopsis Film Jenderal Soedirman (2015)

Loading...

Sinopsis/ Cerita Film Jenderal Soedirman. Menyambut HUT Republik Indonesia ke-60 ini akan hadir sebuah film tentang patriotisme dan nasionalisme yang berjudul “Jenderal Soedirman”. Film produksi Yayasan Kartika Eka Paski yang mendapat dukungan penuh dari TNI AD ini rencananya akan dirilis pada 27 Agustus 2015, 10 hari setelah HUT RI.

Pembuatan film “Jenderal Soedirman” ini tergolong tidak mudah. Beberapa Production House (PH) sempat menolak skenario film ini dikarenakan kisah Jenderal Soedirman tidak memiliki love story layaknya film “Habibie & Ainun” beberapa waktu lalu. Namun Viva Westi, sang sutradara film ini tidak patah arang dan tetap melanjutkan pembuatan film “Jenderal Soedirman” ini sampai tuntas.

sinopsis film Jenderal Soedirman

Jenderal Soedirman

Dalam film “Jenderal Soedirman ini”, karakter sang jendral akan dimainkan oleh aktor muda Adipati Dolken. Sebagai bentuk totalitas pada perannya, Adipati Dolken bahkan rela menurunkan berat badannya agar karakter sang jenderal yang dia perankan lebih hidup.

Selain Adipati Dolken, film ini juga dibintangi oleh beberapa nama besar antara lain Ibnu Jamil, Mathias Muchus, Baim Wong, Nugie, dan Lukman Sardi.

Sinopsis Film Jenderal Soedirman :

“Jenderal Soedirman” mengisahkan tentang sang Jenderal Besar Soedirman yang memimpin gerilya untuk melawan agresi militer Belanda II. Beliau memimpin gerilya untuk menunjukkan pada dunia bahwa TNI masih ada dan akan terus berjuang mempertahankan kedaulatannya.

Jenderal Soedirman bersama kelompok kecil yang terdiri dari tentara dan dokter pribadinya melakukan perjalanan ke arah selatan dan memulai perlawanan gerilya selama 7 bulan. Di saat itu para pemimpin politik sedang berlindung di Keraton Kesultanan setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda pada Agresi Militer II.

Loading...

Awalnya tim yang dipimpin Jendral Soedirman tersebut diikuti oleh Belanda, tetapi Jenderal Soedirman dan para pejuangnya berhasil lolos dan mendirikan markas sementara di Sobo dekat Gunung Lawu.

Pada saat itu Bung Karno dan Bung Hatta ditangkap dan diasingkan oleh Belanda yang mengakibatkan sistem pemerintahan lumpuh. Sementara itu, Jenderal Soedirman yang berada di hutan secara otomatis memimpin pemerintahan darurat militer bersama Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi.

Loading...

Selama gerilya, dengan perintah dan komandonya, ia mampu mengomandoi kegiatan militer di Pulau Jawa termasuk Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta yang disarankan oleh Sri Sultan HB IX. Jenderal Soedirman menjadikan pulau Jawa sebagai medan perang gerilya yang luas dan membuat Belanda kehabisan logistik dan waktu.

Dalam film ini diceritakan bahwa Jenderal Soedirman berjuang dalam keadaan sakit parah yakni paru-paru sebelah terluka, tetapi dengan semangatnya, sang jenderal terus melakukan perjuangan sebagai rasa cintanya pada tanah air.

Beberapa kali Jenderal Soedirman berhadapan dengan tentara Belanda, tapi mereka tidak berhasil menangkapnya. Tim gerilya yang dipimpin Jenderal Soedirman mampu membuat pasukan Jenderal Spoor frustasi walaupun mereka sudah mengerahkan armada darat dan udara karena di medan perang tidak dapat menguasai.

Kerja sama antara TNI dan rakyatlah yang akhirnya memenangkan perang, yang membuat Belanda akhirnya menghentikan agresi militernya dan mengakui kedaulatan RI secara utuh. Setelah Bung Karno dan Bung Hatta kembali dari pengasingan, Jenderal Soedirman mengembalikan pemerintahan darurat milter ke pemerintah yang sah di bawah pimpinan Soekarno Hatta.

Detail Film Jenderal Soedirman :

Sutradara : Viva Westi
Pemain : Adipati Dolken, Ibnu Jamil, Mathias Muchus, Baim Wong, Nugie, Lukman Sardi
Genre : Drama, Perang
Tanggal Rilis Perdana : 27 Agustus 2015
Produksi : Yayasan Kartika Eka Paski

Baca juga Sinopsis Film Magic Hour.

Loading...
error: Content is protected !!